Loka BRMP Papua Tengah Dorong Penerapan SNI Pascapanen untuk Kendalikan Inflasi
Loka Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Tengah dipercaya sebagai narasumber dalam kegiatan Capacity Building Good Agricultural Practices (GAP) Pertanian Hortikultura yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui penguatan kapasitas Kelompok Tani binaan Bank Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mimika (Balai Benih Utama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Mimika) pada Rabu, 16 September 2026, dan berikutnya Kabupaten Nabire (Aula Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Tengah) pada Rabu, 23 September 2026. Dalam kesempatan ini, materi yang dibawakan adalah "Penanganan Pascapanen Pertanian" untuk komoditas cabai, bawang merah, dan tomat, yang disampaikan melalui sesi paparan dilanjutkan praktik lapangan.
Dalam paparannya, narasumber dari Loka BRMP Papua Tengah menekankan pentingnya penanganan pascapanen yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai kunci menjaga mutu dan memperpanjang daya simpan komoditas hortikultura strategis penyumbang inflasi. Penerapan SNI pascapanen — mencakup tahapan sortasi, pencucian, pengeringan, pengemasan, hingga penyimpanan — dinilai mampu menekan tingkat susut hasil (losses) yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Sebagai unit teknis di bawah Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian RI, Loka BRMP Papua Tengah berperan aktif mengawal penerapan standar mutu dan teknologi pascapanen di tingkat petani, sekaligus menjadi jembatan antara hasil kajian teknis dengan praktik di lapangan. Peran ini sejalan dengan mandat pengendalian inflasi daerah, di mana ketersediaan pasokan yang stabil dan kualitas produk yang terjaga menjadi salah satu faktor penentu kestabilan harga pangan strategis di Papua Tengah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompok tani binaan Bank Indonesia dapat mengaplikasikan praktik penanganan pascapanen sesuai SNI di wilayah kerja masing-masing, sehingga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi di Kabupaten Mimika dan Nabire.